Tentang PENAS:
Jantung Agribisnis &
Lumbung Inovasi Nasional
PENAS adalah panggung akbar tiga tahunan yang menghubungkan 150.000+ insan pertanian, nelayan, dan kehutanan Indonesia.
20 - 25 Juni 2026
Gelanggang Olahraga David Tony, Gorontalo.
Sejarah Singkat
Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan adalah pertemuan akbar yang diselenggarakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Digagas sejak 1971 dan diadakan setiap tiga tahun sekali, PENAS telah berevolusi menjadi salah satu event terpenting dalam kalender resmi pemerintah. Ini adalah wadah utama tempat para petani, nelayan, petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta, dan pemerintah bertemu untuk Bertukar Informasi & Pengalaman, Mengembangkan Kemitraan & Jejaring, Mempromosikan Hasil & Inovasi.
Tujuan utamanya adalah membangkitkan semangat, tanggung jawab, dan kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Jangkauan Audiens & Mitra Anda

300++
Booth/Stand Pameran

50.000++
Visitor Dalam & Luar Negeri

60+
Perusahaan Swasta & BUMN/D

80+
K/L/PD Nasional
Market Base PENAS KTNA 2026
Beberapa aspek yang mendukung kuat relevansi sebuah pameran agribisnis (PENAS KTNA) dan peluang bagi perusahaan exhibitor:
Anggaran untuk ketahanan pangan dalam RAPBN 2026 direncanakan sebesar Rp 164,4 triliun
“
”
Jejak Langkah PENAS
di Seluruh Indonesia
PENAS telah menjadi agenda nasional yang berkeliling Indonesia untuk menghubungkan para petani dan nelayan. Mulai dari Sembawa (2007), Malang (2014), Aceh (2017), hingga yang terakhir di Padang (2023), PENAS selalu menjadi acara penting di setiap lokasinya.

Selanjutnya, PENAS XVII 2026 diadakan di Gorontalo
Dengan tema: "Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045"
Sebagai agenda utama nasional, PENAS XVII direncanakan akan dibuka resmi oleh Presiden Republik Indonesia. Beliau juga dijadwalkan akan meninjau langsung seluruh area pameran dan kegiatan.


Peluang Triliunan Rupiah:
Mengapa Pameran PENAS 2026 Krusial?
Pemerintah telah merencanakan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 164,4 Triliun dalam RAPBN 2026. Anggaran besar ini diarahkan langsung ke lapangan untuk program swasembada: optimasi lahan, cetak sawah, penyediaan alat, teknologi, dan benih unggul.
Banyak program membutuhkan realisasi cepat dan mitra yang siap pasok. Pameran PENAS adalah sarana strategis dan tempat paling tepat untuk:















